Header Ads

ads header

Wow! Studi Ideologi di Dunia Masuk Materi Lakut?

Dok. Panitia Lakut Kab. Kediri| Pemateri tentang Pengantar Ideologi Dunia 
IPNU adalah organisasi kader, itulah yang sering didengungkan oleh para elite IPNU, dan semua sepakat dengan hal itu. Kader adalah anggota yang telah memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi. Selain itu, secara administrasi dia juga telah mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud).

Kader output dari Lakmud diharapkan mampu menjadi pelopor untuk membangkitkan program kerja di kepengurusan masing-masing (PR/PK/PKPT/PAC/PC). Ketika Lakmud diselenggarakan oleh PAC, maka pesertanya delegasi dari PR/PK. Dan saat itulah proses pemantapan pengurus PR/PK untuk menaikkan kualitas SDM mereka dalam berorganisasi. Setelah selesai ikut Lakmud, delegasi tersebut akan dikembalikan ke PR dan PK masing-masing. Untuk merawat dan menjalankan tugas organisasi di tingkat PR dan PK sebenarnya cukup dengan Makesta, dan meningkatkan kapasitas pribadi kader dengan memperbanyak jam terbang di organisasi. Apa lagi ketika sudah Lakmud, maka kader PR dan PK akan lebih matang lagi.

Foto Peserta Lakut Kab. Kediri, Syarif (tengah pakai jam tangan) dan Huda (laki-laki paling depan ujung kanan) menjadi peserta delegasi dari PC Nganjuk (30 Oktober-2 November 2014)

Suasana Lakut | Syarif berdiri di depan. 
Pelatihan kaderisasi formal selanjutnya adalah Latihan Kader Utama (Lakut). Berdasarkan hasil Rakernas IPNU tahun 2016, kini Lakut tidak bisa diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang. Yang boleh mengadakan Lakut adalah Pimpinan Wilayah dan/atau Pimpinan Pusat. Sebelum 2016, Lakut masih boleh diselenggarakan oleh PC. Sebagaimana yang dilakukan oleh PC IPNU Kabupaten Nganjuk pada periode-periode sebelum itu.

Terakhir kali PC IPNU Nganjuk mengadakan Lakut adalah tahun 2014, lebih tepatnya pada tanggal 20-22 Desember di SMK NU Pace. Saat itu, aku dapat intruksi untuk menjadi Panitia, sebab sebulan sebelumnya aku sudah ikut Lakut di PC IPNU Kabupaten Kediri selama 4 hari (Kayen Kidul, 30 Oktober  2 November 2014) atas delegasi PC IPNU Kabupaten Nganjuk (aku dan Nuril Huda). Lakut adalah jenjang kaderisasi formal yang tertinggi di IPNU. Maka dari itu, proses rekruitmen peserta lebih ketat dan kuantitas peserta sangat dibatasi. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas output dari Lakut agar benar-benar dapat memenuhi target.

Arsip Cabang Nganjuk | Peserta Lakut Nganjuk 2014 di SMKNU Pace
Dalam Lakut, narasi materi sudah tidak lagi membahas hal-hal yang ringan. Pembahasan arah gerakan Islam di dunia dan persebaran ideologi di dunia sudah menjadi bahan diskusi di level tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk membuka cakrawala pemikiran kader agar lebih luas lagi dalam memandang setiap fenomena yang terjadi di masyarakat Indonesia, bahkan di masyarakat dunia.

Berikut ini daftar materi pokok Lakut dalam Pedoman Kaderisasi Hasil Rakernas IPNU tahun 2016 tentang Sistem Kaderisasi yaitu: (1) Ahlussunnah wal jamaah III, (2) Ke-Nahdlatul Ulama-an III, (3) Ke-IPNU-an III, (4) Ke-Indonesiaan, (5) Studi Ideologi di Dunia, (6) Peta Gerakan Islam di Indonesia, (7) Demokrasi dan Civil Society, (8) Analisis Sosial, (9) Gerakan Sosial, (11) Advokasi Kebijakan Publik, dan (12) Metode pengorganisasian pelajar.

Suasana Lakut Nganjuk 2014 | Arsip PC IPNU-IPPNU Kab. Nganjuk
Ke-12 materi pokok tersebut bukanlah materi yang enteng. Setiap kader pemimpin (output Lakut) akan benar-benar tercerahkan ketika dia selesai mengikuti Lakut. Materi Analisa Sosial akan menjadi modalnya untuk menganalisis setiap masalah yang ada di organisasi, atau bahkan ranah lebih luas lagi. Materi Gerakan Sosial dan Metode pengorganisasian pelajar akan mempermudah para kader pemimpin untuk menjalankan strategi yang lebih tepat untuk mobilisasi massa ketika mengadakan kegiatan besar dan mengamankan isu agar tetap kondusif.

Selebihnya, materi-materi pokok dalam Lakut diharapkan memiliki tindak lanjut untuk memberikan rekomendasi-rekomendasi gagasan untuk Pimpinan Cabang masing-masing, atau bahkan ke Pimpinan Pusat. Baik dalam rekomendasi gagasan program kerja, maupun strategi pengembangan kaderisasi ke depan.

Kader IPNU akan rugi jika tidak menuntaskan jenjang kaderisasi formalnya. Selama ada kesempatan di depan mata, mari kita ikuti! Yang belum Lakmud, ayo segera Lakmud. Yang sudah Lakmud, mari tetap kita pertahankan semangat kita dalam berprioses di IPNU. Jika nanti ada kesempatan ikut Lakut, mari kita ambil dan jangan sampai kesempatan itu hilang begitu saja. Kita tidak harus menunggu datangnya Lakut di daerah kita. Andai ada di kabupaten/kota lain, dan kita bisa ikut (punya waktu luang dan sehat) maka tidak ada salahnya untuk kita ambil.

Organisasi adalah tempat pengembangan skill dan pemerluas wawasan yang selama ini tidak pernah kita dapatkan di bangku sekolah/kuliah. Sebagi kader IPNU, kita patut bangga karena telah diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa berjuang dan berproses di IPNU. Apa lagi di IPNU kita dipercaya sebagai Pengurus, entah itu masih di ranah Ranting ataupun sudah di tingkat Cabang, hal tersebut tidak mudah didapatkan oleh siapa saja. Hanya pelajar-pelajar terpilihlah yang dapat memperoleh kesempatan ini. Maka dari itu, totalitas dan loyalitas, mari lebih kita tingkatkan lagi, agar panen raya bisa kita nikmati di masa yang akan datang dengan senyum penuh kebahagiaan (amiin).[]


Penulis: 
Waka. Pengembangan Organisasi dan Kaderisasi PAC IPNU Kecamatan Ngronggot Masa Khidmat 2014-2016

No comments

Powered by Blogger.